Kesehatan Jaringan Mahal Harganya

Opini

Beberapa hari terakhir Indonesia bahkan dunia digemparkan oleh serangan cyber. Mungkin hal ini lebih dikenal sebagai virus bagi sebagian besar masyarakat awam Indonesia. Sebenarnya cukup beruntung bukan individu yang menjadi tujuan serangan ini, melainkan menyasar pada jaringan publik instansi. Meski demikian memang perlu adanya edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai masalah ini.

https://i2.wp.com/www.newsth.com/bintang/wp-content/uploads/2017/05/Virus-Ransomware-Wanna-Cry.jpg

Apa jadinya jika data kesehatan seseroang dicuri dan diketahui oleh pihak yang tidak semestinya? Bukan mendramatisir, tetapi pasti hal ini dapat menjadi titik lemah kita bagi bangsa lain. Untuk itu kewaspadaan harus tetap dilakukan meski terhadap serangan yang bahkan tidak dapat dirasakan secara langsung.

Walaupun benar bahwa serangan ini bermula dari lengahnya instansi intel Paman Sam dan developer sistem operasi itu sendiri, namun fakta telah kita ketahui bahwa pengaturan jaringan di sebagian instansi Indonesia juga tidak begitu ketat. Benar bahwa tidak banyak orang Indonesia yang bahkan tahu sistem operasi lain selain Windows. Lemahnya pengetahuan inilah yang menjadi salah satu bentuk lemahnya pengetahuan banga Indonesia sehingga mudah diserang begitu saja. Sudah cukup banyak kasus pembajakan website resmi seperti akhir-akhir ini kita ketahui telah menimpa Telkomsel serta laman resmi pemkot Semarang.

Memang telah diingatkan dan disebarkan Kemenkominfo mengenai tahap-tahap menanggulangi ransomware ini. Salah satunya dengan mencadangkan dokumen penting pada sistem operasi (OS) gratis yang bebas dari serangan cyber yang sebenarnya juga dapat digunakan untuk kegiatan apapun layaknya Windows maupun MacOS. Namun banyak OS gratis yang dapat digunakan secara bebas seperti Linux, Ubuntu, dsb., tidak halnya gratis dalam pengembangan dan pengelolaan sistem tersebut. Hal tersebut karena dunia cyber sedang kekurangan ahli yang mumpuni untuk dapat mengolah OS gratis tersebut menjadi setara dengan fitur OS berbayar yang lebih user friendly. Hal inilah yang dapat dikatakan sebagai mahalnya ‘kesehatan’ di dunia cyber.

Tidak hanya itu, dari beberapa kasus dokumen penting yang telah terinfeksi atau terkunci, sang developer ransomware bahkan memaksa bayaran yang sungguh terlewat mahal. Tertulis bahwa mereka meminta 600 dalam Bitcoin (mata uang digital). Jumlah tersebut jika dikonversi menjadi lebih dari 1 juta Dolar Amerika (disadur dari http://www.xe.com). Maka coba hitunglah betapa tingginya nilai tersebut dalam kurs Rupiah.

Ditambah lagi bahwa ransomware ini lebih mengincar instansi kesehatan. Maka semakin tidak terbayang ketika sehat merupakan investasi yang mahal harganya justru semakin terdesak oleh serangan cyber. Layaknya kanker yang menggerogoti dan baru disadari setelah terinfeksi.

Hingga akhirnya kita bersyukur Kemenkomifo telah berhasil mnegantisipasi serangan ini melalui adanya Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordination Center (id-SIRTII/CC). Meski baru terdengar gaungnya akhir-akhir ini, tetapi badan ini sungguh patut diapreisasi. Semoga seiring semakin besarnya tantangan dan serangan dunia cyber membuat semua kita, kemenkominfo, bahkan id-SIRTI/CC semakin teredukasi dan berkengalaman. Sehingga tidak perlu lagi adanya kepanikan masal yang dapat melanda bangsa Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s